. : : .A L H A D J. : : .

Arsip

Pencarian


Pertemuan Akbar Bersama Peziarah Makam Suci Imam Ridha as

[ 2010-03-24 ]

 

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei di awal musim semi dan tahun baru, Ahad sore (21/3) dalam pertemuan akbar dengan para peziara dan penduduk di sekitar makam suci Imam Ali bin Musa Ar-Ridha as menjelaskan sejumlah sarana dan pelbagai bidang yang dapat mewujudkan slogan tahun baru yakni, “tekad ganda dan kerja keras”, seraya menjelaskan sejumlah faktor dan keharusan “dekade kemajuan dan keadilan”. Seraya menyampaikan penghargaannya atas persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi pelbagai usaha musuh dalam peristiwa pasca pemilu presiden, beliau menekankan, “Dengan pertolongan ilahi, setelah ini nasib bangsa dan negara Iran adalah kemenangan dan kemajuan, sementara nasib musuh adalah kekalahan dan keterbelakangan.”

 

Pertemuan semarak ini diselenggarakan di aula besar Imam Khomeini ra akibat kondisi cuaca Mashad. Di sana Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran kembali mengucapkan selamat atas pergantian tahun baru dan hari raya Nouruz serta menilai iman kepada Allah dan ajaran para nabi sebagai dasar dan tolok ukur utama Republik Islam. Dengan bersandar pada sejumlah ayat-ayat  Al-Quran beliau mengatakan, “Iman kepada Allah dan mengamalkan ajaran Islam, selain meningkatkan spiritual dan ketenangan jiwa, juga menjamin kebahagiaan duniawi dan materi umat manusia serta menyampaikan umat manusia pada kesejahteraan dan kemajuan. Oleh karena itu, pondasi Republik Islam Iran didukung oleh tolok ukur asli ini.”

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei saat mengisyaratkan penamaan tahun 1389 dengan nama tahun tekad ganda dan kerja keras menambahkan, “Slogan-slogan setiap tahun bukan hanya sebuah aksi pamer dan simbolik dan tentu saja hal ini tidak akan dapat menyelesaikan semua masalah, akan tetapi berperan sebagai sebuah petunjuk yang menunjukkan jalan dan cara. Tahun ini disebut tekad ganda dan kerja keras dengan mencermati tujuan jangka panjang bangsa dan negara Iran. Oleh karenanya, di tahun ini harus disiapkan tekad yang lebih kuat dan kerja yang lebih besar dan serius.”

 

Seraya menyinggung sejumlah langkah dan riset yang dilakukan para pejabat di tahun lalu untuk perbaikan model konsumsi, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menambahkan, “Masih ada jarak untuk merealisasikan tujuan ini, namun yang penting adalah kita harus mengejar terus slogan dasar ini.

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menilai ilmu dan riset sebagai salah satu arena terpenting untuk mengekspresikan secara praktis slogan tahun ini dan menambahkan, “Seluruh universitas dan institut riset harus mengejar tujuan-tujuan jangka panjang di semua bidang, sehingga Iran pasca beberapa dekade akan menjadi referensi dunia.”

 

Beliau menilai tekad ganda dan kerja keras dalam memanfaatkan secara tepat guna segala fasilitas akan berujung pada kesejahteraan dan kegairahan hidup. Seraya menekankan akan kerjasama kuat lembaga eksekutif dan yudikatif dalam masalah ini, beliau mengingatkan, “Dari satu sisi tanggung jawab penerapan tujuan besar ini berada di pundak pemerintah. Oleh karena itu, semua lembaga tinggi negara, termasuk lembaga legislatif harus membantu pemerintah. Di sisi lain, pemerintah harus melaksanakan apa yang telah diratifikasi oleh lembaga legislatif. Dengan demikian, di balik solidaritas dan kerjasama lembaga-lembaga tinggi negara, Allah juga akan memberikan bantuannya kepada para pejabat negara.”

 

Ada beberapa poin yang mendapat penekanan Rahbar dalam pidatonya. Disebutkan, barang-barang dalam negeri harus diproduksi secara berkualitas agar dapat bersaing dengan produk-produk asing dan perlunya perhatian khusus terkait masalah keselamatan rakyat dalam pelbagai program yang dibuat, termasuk program lima tahun di tahun yang kelima.

 

Di sektor keselamatan umum, beliau menilai tekad ganda dan kerja keras di bidang olah raga publik dapat menciptakan kegairahan, mobilitas dan kesiapan yang lebih dari masyarakat untuk berusaha dan maju, baik secara individu atau kolektif.

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyebut penanaman modal dan penciptaan lapangan kerja merupakan bidang lain yang harus mewujudkan slogan tahun ini. Ditambahkannya, “Mereka yang memiliki modal dan fasilitas harus memanfaatkan kekayaannya untuk menciptakan lapangan kerja dan menanam modal dengan semangat yang lebih baik dan menjauhi sikap boros.”

 

Produksi pemikiran, membaca dan meningkatkan pengetahuan umum termasuk bidang lain yang membutuhkan tekad ganda dan kerja keras, demikian tambah Rahbar. Sekaitan dengan masalah ini, beliau mengingatkan pentingnya menciptakan seminar-seminar kebebasan berpikir di universitas dan hauzah ilmiah. Karena hal ini dapat menciptakan sosialisasi pemikiran yang bernilai di tengah masyarakat.

 

Rahbar menilai pemberantasan kemiskinan, korupsi dan ketidakadilan sangat membutuhkan tekad ganda dan kerja keras. Untuk itu beliau menegaskan pentignya upaya tanpa henti guna merealisasikan tujuan mendasar ini.

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyebut manifestasi pertumbuhan dan kesadaran bangsa dalam peristiwa 8 bulan lalu, mulai dari 22 Khordad hingga 22 Bahman merupakan awal babak baru dalam kepekaan hati bangsa ini. Ditambahkannya, “Babak baru penuh kebanggaan dan pelajaran ini merupakan sarana sangat penting guna bergerak di atasnya dan dengan tekad ganda dan kerja keras.

 

Seraya bersandarkan pada kinerja cerdas bangsa dalam peristiwa pasca pemilu, beliau menyebut tahun 1388 sebagai tahun bangsa dan partisipasi cemerlang dan cerdas bangsa Iran. Beliau menambahkan, “Partisipasi 40 juta rakyat yang berarti keikutsertaan 80 persen dari mereka yang memenuhi syarat memilih merupakan fenomena penting dan bukti legitimasi negara. Para analis dan politikus dunia tahu benar betapa bangsa Iran masih tetap komitmen dengan ucapannya dan pasca tiga puluh tahun masih tetap setia dengan negaranya, sekalipun secara lahiriah mereka berusaha menyembunyikan kenyataan cemerlang ini.”

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menilai keislaman dan kerepublikan Iran tidak dapat dipisahkan. Tentang peristiwa pasca pemilu beliau mengatakan, “Saya tidak menuduh siapa pun, namun saya memahami betul cara kerja musuh dan mampu mengidentifikasinya. Sama seperti pemikiran masyarakat dan para analis independen yang jujur dan cerdas dengan mencermati bentuk dan proses peristiwa ini langsung menyebutnya dikemudikan oleh anasir-anasir asing.”

 

Rahbar menyingung juga penerapan skenario yang sama dan telah didisain sejak sebelumnya oleh pihak-pihak asing di sejumlah negara lain seraya menambahkan, “Kenyataan ini menunjukkan bahwa ketika para kekuatan arogan tidak puas dengan sebuah negara, mereka biasanya menanti kesempatan pemilu. Ketika kandidat yang mereka inginkan ternyata kalah, dengan segera mereka mengajak orang-orang turun ke jalan guna membalikkan situasi, bahkan bila perlu aksi ini harus berujung pada perusakan dan keonaran. Mereka akan mengubah hasil pemilu yang legal menjadi aksi kekerasan.”

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei juga menyinggung mengenai kemenangan rakyat dalam ujian besar dan penting terkait peristiwa pasca pemilu. Beliau mengatakan, “Ada upaya untuk mengubah hasil pemilu dengan menciptakan aksi kekerasan dan tentu saja ini bertentangan dengan syariat dan undang-undang. Kemenangan bangsa dalam peristiwa ini punya banyak pelajaran yang dapat diambil. Beliau tidak lupa mengisyaratkan soal pembagian rakyat menjadi “mayoritas dan minoritas” dan “pemenang dan pecundang” merupakan bagian dari skenario musuh untuk menciptakan dua kelompok yang saling berhadap-hadapan. Dikatakannya, “Di tengah-tengah usaha ini, para perusuh muncul untuk mewujudkan keinginan musuh menciptakan perang saudara. Namun bangsa Iran sangat waspada dan menggagalkan upaya mereka.” Beliau menambahkan, “Di hari pemilu, rakyat telah terkotakkan menjadi dua kelompok; 14 juta dan 24 juta. Tentu saja setiap orang memilih kandidat yang diinginkannya, namun selang beberapa waktu dua kelompok ini menyaksikan skenario musuh dan akhirnya mereka bersatu. Seluruh bangsa bangkit dan bersatu menghadapi para musuh dan perusuh.”

 

Pemimpin Besar Revolusi Iran mengingatkan kembali akan dukungan para musuh Islam dan Iran terhadap para perusuh dan mengingatkan, “Bila Amerika, Inggris dan Zionis Israel mampu merealisasikan tujuan keji mereka dengan turun ke jalan-jalan Tehran, niscaya akan mereka lakukan, namun mereka sadar bahwa aksi ini akan merugikan mereka. Untuk itu mereka melakukannya lewat jalur politik dan propaganda. Dengan cara ini mereka berharap dapat menyelewengkan opini publik dalam dan luar negeri terkait dukungan mereka terhadap para pelaku kerusuhan. Namun mereka kembali menemui jalan buntu dan gagal.”

 

Partisipasi rakyat dalam pawai akbar 9 Dey dan 22 Bahman dinilai Rahbar sebagai pukulan telak rakyat Iran kepada pihak-pihak asing. Ditambahkannya, “Dalam dua peristiwa penting ini, seluruh rakyat yang memilih para kandidat hadir bersama-sama meneriakkan satu slogan. Mereka mampu memanifestasikan persatuan dan kemenangan bangsa dengan melalui jalan Revolusi dan Shiratul Mustaqim.”

 

Di bagian lain dari pidatonya, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyampaikan pentingnya membaca kembali keharusan dan kelaziman dekade ke-4 Revolusi Islam, yakni dekade kemajuan dan keadilan. Ditambahkannya, “Dengan mencermati realita negara dan menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan, dekade ini menjadi waktu yang tepat untuk mengambil langkah-langkah lebar guna merealisasikan dua istilah prinsip dan historis ini.”

 

Rahbar menekankan pentingnya perhatian terhadap “kemajuan dan keadilan” dalam seluruh penyusunan program dan langkah-langkah para pejabat negara. Saat menjelaskan sarana yang ada dan sesuai beliau mengatakan, “Mencipatakan infrastruktur ekonomi dan komunikasi dapat menciptakan kemajuan luar biasa di bidang sains dan teknologi. Di dua bidang ini, Iran telah berhasil berada di urutan 10 atau 8 negara-negara dunia. Semua ini mampu mengangkat posisi, kekuatan dan pengaruh regional dan internasional Republik Islam pasca tiga puluh tahun pengalaman melayani dan mengelola negara serta bukti tak ternilai perspektif dua puluh tahun, termasuk infrastruktur yang memfasilitasi gerakan besar dalam proses kemajuan dan keadilan.

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menilai generasi muda yang berpendidikan, energik, penuh motifasi dan percaya diri sebagai pendukung dan motor penggerak utama negara menuju dua tujuan penting kemajuan dan keadilan. Ditambahkannya, “Pemuda Iran saat ini merasa punya kekuatan dan ini tanda-tanda kepercayaan diri nasional.”

 

Rahbar di bagian akhir dari pidatonya menjelaskan kendala-kendala yang bakal menghadang bangsa Iran. Dikatakannya, “Iran sama seperti negara-negara lainnya yang memiliki musuh. Namun sebaliknya dari pemerintah Amerika yang menghadapi kebencian dan permusuhan masyarakat di mana saja, Republik Islam Iran menghadapi permusuhan negara-negara mustakbir dan arogan, para penanam modal zionis dan para musuh kemanusiaan.”

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyebut manajemen dan keberanian merupakan dua unsur yang dibutuhkan untuk mengahadapi para musuh bangsa dan ditambahkannya, “Bila tidak ada keberanian dan para pejabat negara kalah menghadapi manuver dan wajah bengis para arogan, tak pelak negara juga bakal kalah. Begitu juga bila tidak ada manajemen yang cerdas, sangat mungkin musuh merealisasikan tujuannya lewat cara-cara licik.”

 

Rahbar mendefinisikan manajemen dan kewaspadaan dengan kesadaran dan pengetahuan akan program asli musuh dan pengambilan keputusan yang benar dan tepat dalam menghadapi rencana dan gerakan musuh. Diingatkannya, “Zionis Israel, Amerika dan musuh-musuh Iran lainnya terkadang muncul dengan pakaian serigala dan terkadang memakai baju rubah. Begitu juga, terkadang menampilkan wajah keras dan bengis dan di lain waktu menunjukkan wajah yang mengecoh.”

 

Rahbar mengingatkan kembali ucapannya di hari pertama tahun lalu dan mengatakan, “Sebagaimana telah disebutkan, para pejabat negara dengan penuh kewaspadaan mengawasi uluran tangan lahiriah Presiden Amerika agar jangan sampai ia menyembunyikan cakar besi di balik kaos tangan beludrunya dan ternyata memang benar adanya.”

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyinggung klaim “transparan dan rahasia” dan pengiriman surat dan pesan pemerintah Amerika terkait keinginan menciptakan hubungan yang adil dengan Republik Islam Iran. Rahbar mengatakan, “Semua klaim ini berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan. Dalam peristiwa pasca pemilu, Presiden Amerika mengambil sikap paling buruk. Ia menyebut para penyerang masyarakat dan perusuh sebagai gerakan sipil dan tanpa disadari ia telah mengungkap esensi tujuannya.”

 

Rahbar mengkritik keras klaim-klaim bohong pemerintah Amerika soal dukungan mereka terhadap hak-hak sipil dan demokrasi. Dikatakannya, “Pemerintah Amerika mengabaikan gerakan besar bangsa Iran dalam pemilu dan teriakan persatuan bangsa ini di pelbagai bidang. Dengan melanjutkan langkah-langkahnya dalam membantai rakyat Afghanistan dan Irak dan mendukung para pembunuh anak-anak Palestina di Gaza, Amerika malah berteriak-teriak soal hak asasi manusia. Namun kenyataan membuktikan bahwa pemerintah Amerika pada prinsipnya tidak berada dalam posisi untuk berbicara mengenai demokrasi dan HAM.”

 

Rahbar menegaskan, “Saya kembali mengumumkan kepada seluruh negara yang punya karakter arogan akan menghadapi bangsa dan Republik Islam Iran. Bangsa dan pejabat Iran akan mengutuk dan mengenyahkan mereka. Bangsa dan pejabat Iran mengetahui dengan baik esensi mereka sekalipun dalam berbagai tampilan dan tidak akan pernah mundur memperjuangkan kepentingan bangsa dan proses kemajuan Iran.”

 

Di akhir pidatonya, Rahbar kembali menekankan pertolongan ilahi yang diiringi kewaspadaan, keberanian, manajemen, persatuan dan resistensi bangsa Iran bakal membuat musuh tidak mampu merugikan Republik Islam Iran, memisahkan bangsa dari pemerintah dan akan membukukan kemenangan, kemajuan dan masa depan yang lebih cerah bagi bangsa dan negara ini.

 

Mengawali pidato Rahbar, Ayatullah Vaez Tabasi, Wakil Wali Faqih dan Pengelola Makam Suci Imam Ridha as mengucapkan selamat datang kepada Ayatullah Sayyid Ali Khamenei seraya mengatakan, “Iran akan terus melanjutkan jalannya dengan tuntunan Rahbar, manajemen jajaran pemerintah dan partisipasi rakyat.”